Orkes Sakit Jiwa
Saat ku pikir aku bisa menangkap capung yang menempel di kerah bajuku, kenapa mereka selalu menghindar saat tanganku mulai terjulur untuk menangkapnya??
Hatiku sebagai seorang wanita suka aneh, tapi kalau orang itu bisa memahami hatiku, pasti asyik… Semuanya kan ingin kisahnya dengan orang yang membuat hatinya tak menentu itu happy ending, iya kan?
Kata orang, kalau begitu menginginkan pasti nanti bisa bertemu dengan orang yang kita inginkan tersebut. tapi, seperti apa aku harus menginginkanmu? Aku takut tidak bisa menemukanmu selamanya….Hah…
Semua orang pasti mencari seseorang yang memberi rasa nyaman. Tapi karena beberapa masalah, aku pun ternyata mempunyai kesulitan menemukannya. Sekalinya Bertemu? Emh, dia hanya mampir sejenak dan memberi kehangatan sedikit pada hatiku. Kini ia tlah pergi, aku menyesal!
Menyesal karena aku tak mampu mengetahui isi hatinya padaku, coba kalau aku tahu! mungkin aku akan tenang, dan tetap tersenyum pada hari setelah kepergiannya!!
Menyesal karena tak ada ke istimewaanku untuk mencegahnya…. TIDAK! Aku tidak bermaksud mencegahnya, aku tidak mempunyai hak seperti itu. Aku tidak punya kuasa atas itu… Aku hanya ingin, ia tetap disini menemaniku, menghangatkan hariku, mencumbu tawaku, dan membelai detikku dengan kata. Akh, terlalu muluk!
Aku hanya ingin Kata, dan hangat tatapnya! itu saja cukup. Tapi Kalau boleh menawar, aku pun ingin dia selalu disisiku…
Menyesal karena aku tidak tahu porsi diriku dihatinya.. mungkin tepatnya bukan porsi, spasi pun mungkin bukan, mungkin aku hanya remah saja di hatinya…. sebenarnya aku tidak ingin menebak & mengira2. hey, aku bukan cenayang, apalagi dukun! aku hanya seorang manusia biasa yang punya hati, dan telinga untuk mendengar kata darinya. (Siapapun kamu, tak peduli…)
Menyesal karena aku tidak mendengar kata terakhir darinya, mungkin aku tuli! entahlah, tapi aku memang tidak mendengar!
Aku mati dengan raga masih bernyawa
Aku mati dengan raga masih bernyawa
"Hatiku kosong"jika kamu ingin tahu!
Banyak ruang kosong yang semakin
kosong,, dan aku merasa mati karenanya.
"Dalam pikiranku ada namamu"bila kamu
ingin tahu. Nama yang tak pernah ku
yakini akan menyatu dengan namaku,
karena ku tahu kamu pun tak
mengharapkan itu, bukan?
"Aku memang gila"aku akan menjawab
seperti itu jika kamu memakiku. Gila
karena kamu, gila karena aku tak tahu
apa dan bagaimana perasaanmu padaku..
yah, walau kata orang lebih baik
langsung dilakukan dari pada
dikatakan.. Aku butuh itu!!
"Pergilah, jika ingin pergi! Aku akan
terus menantimu sampai sayapmu tak
mampu mengepak lagi"Terlalu aneh memang
kata2ku, tapi itulah aku! Aku selalu
menyukai hal2 aneh, yang takan pernah
dipikirkan orang lain, hingga membuat
semua hal yang ada dalam diriku pun
terasa aneh, perasaanku aneh, mimpiku
pun aneh! Yah, mungkin aku memang
manusia aneh yang merasa mati namun
ragaku masih hidup…
Dari sebelum hari itu, Aku Tahu…………….
Hari itu aku pernah rasakan kebahagiaan
Hari itu langkahku tertahan oleh rasa
yang tlah lama ku biarkan tak
meneyentuhku
Hari itu ku lihat kamu…
Dari sudut matamu ku lihat ketulusan
Dari jiwamu ku rasa ada kebahagiaan
meski aku tahu ketulusan dan
kebahagiaan itu bukan untukku.
"Masih Tersimpan Tanya itu"
Masih ada tanya dalam dada ketika ku
lihat ia tertawa
"Seberapa pantas aku
bersamanya?"bathinku.
Masih tersimpan tanya ketika tangannya
merengkuh…
"Apakah benar dia menyayangiku?"
Masih ada tanya ketika ku lihat ia
pergi, masih ada dan belum terucap…
Tapi, sepertinya memang benar,
"sepayah2nya orang payah, aku lah yang
paling payah!"
Payah karena bibirku tak mampu
ungkapkan semuanya….Argh!
Kata
KATA
Tak ada yang lebih manis dari kata,
Tak ada yang lebih indah dari kata,
Tak ada yang lebih sakit dari kata
Dengan kata orang bisa berjaya..
Dengan kata orang bisa berkuasa
Dengan kata ruahnya harta bisa lenyap
seketika
Hyroshima dan Nagasaki lebur hanya karena
kesalahan kata.
Timor Timor berpisah dari Negara kesatuan
karena ada kata
Omong kosong jika ada yang berkata “Diam
adalah emas”.
Emas yang seperti apa?
Semua orang perlu kata,
Walau kata itu sekalipun akan menembus
jantungnya…..
Walau darah membasah lekuk hidupnya
Semua orang butuh kata
Buat apa teori komunikasi jika kata saja
tak ada?
Buat apa UU yang menyebutkan bahwa warga
Negara bebas berkata
Buat apa??
Katakanlah, baik buruknya akan terdengar
indah ditelinga
Itupun jika kau berkata, dan tidak menjadi pengecut kata……
So? Apa kamu mau berkata kepadaku?
Gula Dan semut
Gula Dan Semut
Seekor semut terlihat tengah mengecap
permen disarangnya, merasakan setiap lekuk permen berwarna coklat itu.
Mencicipi kandungan gula yang terdapat di dalamnya. Ia melengguh ketika
mulutnya lumer, dan lengket. Namun sekonyong-konyong ia keluar sarang, untuk
apa lagi ia keluar? Apakah permen di sarangnya telah habis? Tidak, permen itu
tetap utuh. Hanya saja mungkin karena waktu, ia pun mulai lumer.
Semut itu terus menelusuri pematang, di
suatu tempat tepatnya di bawah semak ia berhenti. Nalurinya lalu membawa dia ke
belakang semak. Di sana ada gula, seonggok gula itu sepertinya tercecer. Atau
mungin ia sengaja ditinggal pemiliknya, karena gula itu masih utuh. Hanya saja
ada bolong di sudut plastic tempatnya berada. Mungkin tadi siang pemiliknya
sengaja mengecap sedikit gula itu. Entahlah. Sang semut langsung menghampiri
gula itu. Ia mengucap salam, gula dengan senang hati mempersilahkan semut masuk
ke dalam wadah plastic.
Ada gula, ada semut, kenapa semut ingin
gula padahal di sarangnya sudah ada permen manis yang terbuat dari gula??
Bukankah tenaganya tidak akan terbuang bila ia tidak keluar dari sarang untuk
mencari gula? Bukankah permen itu lebih terjamin kualitasnya dibanding gula di
luar sarangnya? Bisa saja gula itu beracun, kenapa ia memilih keluar? Apakah
karena ia terlalu suka gula, jadi ia selalu menginginkan gula di luar
sarangnya? Kalau begitu ia rakus dong??
Semut memang menyebalkan!!
Maaf…Maaf…Maaaaaaaffffff…
Just for My Mam&Pap
Maaf bila aku lancang..
Maaf bila aku bangkang..
Maaf…
Aku hanya ingin belajar berdiri
Aku hanya ingin belajar menari, dengan
tari yang ku cipta sendiri
Biarkan aku melaju meraih mimpi…
Meraih mimpi yang berdiri dihadapanku..
Maaf…
aku harus pergi…
Jangan salahkan diri..
Jangan sesali apa..
Jangan tanyakan kenapa..
Jangan tanyakan bagaimana..
Tenanglah…
Aku akan tetap berdiri..
Walau akibat harus ku dapat..
Walau luka menyentuh, menyayat..
Aku akan kembali…
Untuk bersujud..
Dan menyerahkan mimpi
yang ku dapat nanti..
Maaf…
Tak perlu risau..
Tak perlu air mata simpan saja untuk nanti..
dan…
tak perlu perduli seperti apa orang
berkata..
Aku akan tetap menjadi aku..
Aku anakmu,
yang mencintai&Mengasihi
dengan caraku
Cara yang tak seorangpun dimiliki kebanyakan
Cara sunyi kini..
dan gempita nanti…
Banyak kata, Banyak rasa, banyak benci
AKU TERSENYUM SAMBIL MENANGIS! DAM
Matahari itu hadir ketika
aku telah letih mencari terang,
Ketika tubuhku mulai kaku
oleh luka yang dibawa sang waktu.
Ketika kakiku kram karena
terhembus dinginnya nafsu.
Dan…
Ketika haus menyergapku
dalam dahaga berkepanjangan..
Dia datang….
Tersenyum…
Merengkuh…
Membimbing…
Membisik…
Dan mengajakku menari
dibawah cinta yang semakin menghitam
Hitam bagimu
Hitam bagiku
Hitam baginya…
Hitam karena salah
Aku tersenyum…
Tertawa…
Menangis…..
Dan aku berbisik…
Haruskah ku akhiri saja?
Anyer Suatu Pagi
Debur ombak sayup
ditelingaku
Dingin malam merengkuh
Menjamah tiap sel dalam
tubuh
Aku terjaga
Sayup….
Ada tawa menyambut dingin pagi
Ada bisik mengajakku menari
Ada wajah mengecup ujung mimpi
Akh…
Hey, Babe! Sadarlah….
“Dia ada, dia masih
ada….”
Aku menjerit tertahan..
Aku mulai tertawa ketika
kening mimpi terkecup olehmu
Ketika tanganmu menyentuh
bahu harapku..
Nyatakah ia?
Aku berbisik
Mantan; Loe bodoh!
Sudahlah….
Tak ada yang perlu kau ucap
Tak ada yang perlu kau
lakukan
Semuanya tlah berakhir
Biarkan saja mengalir
Sudahlah…
Jangan umbar kata busukmu
Mereka takan percaya
Mereka takan membela
Mereka akan tetap tertawa
Kepada apa yang kau ucap
Kepada apa yang kau perbuat
Takan percaya…
Sudahlah…
Jangan bodohi kebodohanmu
Jangan umbar kekosongan
otakmu
Jangan buat cap itu hadir
dimataku
Cap yang akan membuatku
berkata;
“Ternyata aku memilih
orang bodoh untuk hariku”
Dan aku terlalu pintar untuk
orang sebodohmu
Hahahahahahahahahaha…
Sudahlah…
Aku tetap takan mengaduh
Ini sudah berakhir…
Untuk Teman……
Teman; Cinta Itu…. takan mengenal kata tanya….
Apa…
Siapa…
Kapan…
Dimana…
Kenapa…
Bagaimana….
Cinta itu akan tetap akan
menjadi dirinya…
Dan akan terus menjalankan
tugasnya merasuki jiwa-jiwa
Cinta tidak mengenal 5W1H seperti
dalam pekerjaanmu..
Cinta itu ibarat pasir yang
kau genggam, lalu kau berikan pada tangan pilihanmu, Tidak akan sama ukurannya,
tidak akan sama kadarnya, tidak akan sama pula jumlah pasir itu seperti dalam
genggamanmu sebelumnya… IA BERKURANG…
Teman; Pacaran itu…. Ibarat pasir dalam genggaman tanganmu…
Ia akan keluar dari
sela-sela jarimu bila tanganmu terlalu erat mengepalkannya..
Namun bila tanganmu
dibiarkan terbuka, pasir itu akan tetap ada dalam tanganmu…
Pacaran juga boleh saja
diibaratkan sebagai anak tangga yang licin. Bila tidak hati-hati menapakinya,
kau tidak akan pernah sampai pada tujuan yang kau inginkan…
Teman; Sakit hati itu….. akan selalu ada, dan hal itu sepertinya sudah
lumrah.. Karena dengan itulah kisahmu akan berwarna. Warna yang sangat indah,
warna yang akan mampu membuatmu sadar. Seberapa pantas dia mendampingimu,
seberapa mampu kau bertahan, seberapa sabarkah dirimu, seberapa bijakkah dirimu
menyikapi semua itu… Sakit hati, itu bumbu. Bumbu yang akan melezatkan masakan
cintamu dengannya…
Teman; Selingkuh itu….. indah? Entahlah.. Tapi menurutku, selingkuh itu
adalah neraka. Neraka bagimu, Neraka baginya…
Teman; Berlari dari
masalah itu….. tidak akan membuatmu
bersinar seperti sedia kala.. Kamu seperti berlari ditengah pasir pantai,
perlahan namun pasti kamu pun akan terguling, jatuh, dan sakit akan terasa
olehmu… Jangan lari dari takdir! Itu yang selalu ku ucap padamu.
Teman; Ketulusan itu….. adalah nyawamu, nyawa langkahmu, nyawa harimu! Nyawa
yang akan membuatmu hidup ditengah peristiwa pilu yang kau hadapi, kau, aku,
dia, mereka!