Filed under: CERITAKUW
Bila Bintang bersinar karena adanya pantulan Matahari, begitu
pun Bulan. Kata orang bulan itu simbol keromantisan, dan Matahari adalah simbol
kemarahan dan dendam. Tapi bagiku tidak demikian. Aku lebih menyukai Matahari
baik karena panasnya yang membakar kulitku, menghanguskan poriku, maupun karena
sinarnya yang tak lelah menyinar walau gelap tlah datang.. Aku selalu tak kuasa
menahan haru ketika Pagi datang, karena berarti ia akan segera menyetubuhiku
dengan hangatnya.. Dan menunjukanku kebaikan dengan terangnya.. Juga
mengawaskan mataku atas virus yang akan menyerang tubuhku…
Dan jika suatu saat ada
yang menanyaiku, “Seandainya kamu reinkarnasi, rupamu ingin seperti siapa?” Aku
tidak akan menjawab seperti siapa, tapi aku akan menjawab “Aku ingin menjadi
matahari,” walaupun sepertinya tidak ada kesambungan antara pertanyaan dan
jawaban, tapi itulah jawabku… Suka atau tidak kau akan kusinari dengan ramahku,
sukaatau tidak kau akan selalu kukirimi panas tubuhku ketika kau lelah… suka
atau tidak kau akan selalu kugerahi dengan auraku… Dan suka atau tidak aku akan
menunjukanmu jalan pulang pada baikmu… Suka atau tidak! Kau akan terus ku ikuti
untuk kusetubuhi dengan hangat apiku….. Bahkan jika kau pun tengah gerah dan
Marah aku akan tetap menyinarimu dengan sapaku pada permukaan kulitmu.. atau
jika kau tengah menangis, suka atau tidak aku akan terus berada didekatmu dan
tetap mencahayai bening yang jatuh dari matamu itu.. bahkan aku akan sengaja
menyorot matamu dengan cahayaku agar mata itu tak berair lagi, walaupun
nyatanya matamu akan sakit olehku